Kamis, 04 November 2010

Paket Bom Surat Ancam Kantor Kanselir Jerman Dan PM Italia


Kepolisian Jerman berhasil mengidentifikasi dan menjinakkan paket bom surat yang dialamatkan kepada kantor Kanselir Angela Merkel, Selasa, 2 November 2010. Paket bom juga dialamatkan ke kantor Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi, dan berhasil dicegah meledak.

Menurut kantor berita Associated Press, kiriman bom itu berasal dari Yunani yang, diduga dikirimkan suatu kelompok militan setempat. Sehari sebelumnya, 1 November 2010, polisi Yunani mengungkapkan adanya kiriman bom surat untuk Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy.



Juru bicara kantor kanselir Jerman, Steffen Seibert, mengatakan bahwa paket tersebut dikirim langsung ke alamat mereka di Berlin, bahkan sudah sampai ke ruangan penerimaan paket dan surat. Dia mengatakan bahwa paket tersebut menunjukkan kemungkinan adanya bahan peledak di dalamnya.

Menteri Dalam Negeri Jerman, Thomas de Maizere, mengatakan bahwa paket tersebut tiba di ruang surat kantor Merkel pada siang hari. Dia mengatakan bahwa setelah melakukan pelacakan, surat tersebut dikirim dari Yunani dua hari yang lalu.Paket tersebut jika dilihat dari luar seperti sebuah kiriman buku, namun di dalamnya terdapat rangkaian pipa yang diisi dengan serbuk hitam.

Pada saat bom itu mendarat di kantor kanselir, Merkel tengah berada di Belgia untuk kunjungan kenegaraan.

Paket mencurigakan yang diduga berisi bahan peledak terbakar di bandara Bologna, Italia, pada hari yang sama. Paket ini dialamatkan kepada Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi.

Paket ini terbakar pada saat petugas bandara melakukan pemeriksaan yang memicu bahan peledak tersebut. Tidak ada orang yang terluka.

Kepolisian Yunani kini tengah melacak kemungkinan ada lebih banyak lagi paket bom yang dikirimkan melalui kurir jasa pengiriman barang. Sebelumnya, polisi Yunani telah menghancurkan lima paket yang dicurigai bom di Athena. Salah satunya dialamatkan kepada Presiden Prancis Nicolas Sarkozy.

Di antara kelima paket bom tersebut, dua paket bom diledakkan oleh polisi di area pengiriman kargo di bandara internasional Athena. Paket ini dialamatkan ke mahkamah tinggi Uni Eropa di Luxembourg dan agen penegakan hukum Europol di Belanda.

Dengan ini, jumlah bom yang ditemukan oleh kepolisian berjumlah delapan paket: dua yang meledak di depan kedubes Rusia dan Swiss, lima yang diledakkan polisi, dan satu yang dikirimkan ke Merkel.

Polisi menangkap dua orang yang dicurigai sebagai pelaku pengiriman bom di dua kedubes di Athena. Mereka adalah Gerasimos Tsakalos, 24, dan Panagiotis Argyros, 22, keduanya diincar polisi atas hubungan mereka dengan kelompok anarkis yang dikenal dengan nama Conspiracy Nuclei of Fire. Kelompok ini bertanggung jawab atas beberapa serangan bom kecil dan aksi pembakaran dalam dua tahun terakhir di Yunani.

Polisi Yunani mengatakan bahwa kedua orang yang mengenakan topi dan rambut palsu ini membawa pistol dan peluru di tas pinggang, salah satu dari mereka bahkan mengenakan rompi anti peluru.

Jika terbukti bersalah tergabung dalam kelompok teror, melakukan aksi teror dan memicu ledakan bom yang membahayakan orang lain, maka keduanya akan terancam hukuman minimal 25 tahun penjara. (VIVAnews.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar