Jumat, 05 November 2010

Sumatera harus berterima kasih pada Mentawai

Pada tsunmai yang terjadi di Mentawai Senin malam (25/10/2010), ada sebuah fakta bahwa Sumatera terlindung dari tsunami karena pertolongan Pulau Mentawai. Hal itu diungkapkan oleh Dr. Hamzah Latief, pakar tsunami dari Institut Teknologi Bandung yang juga staf ahli Andi Arief, Staf Khusus Presiden Bidang Bencana menjelaskan secara gamblang dalam bentuk gambar animasi. Dalam animasi video yang didapatkan VIVAnews, terlihat bahwa pusat gempa terletak di barat daya Pulau Pagai Selatan, pulau paling selatan di gugusan Kepulauan Mentawai.



Gempa pada pukul 21.42 itu, dalam video menimbulkan deformasi laut sehingga memunculkan tsunami. Awalnya, gelombang yang dimunculkan tingginya kurang dari 7 meter, mengarah ke arah barat daya (Samudera Hindia) dan timur laut (ke arah Pulau Pagai Selatan dan Pagai Utara).

Mendekati kedua pulau Pagai ini, tinggi gelombang terus bertambah (yang diperlihatkan dengan warna yang semakin memerah). Tinggi gelombang ini, seperti juga disampaikan saksi mata, bahkan setinggi pohon kelapa alias lebih dari 7 meter.

Setelah tsunami pecah di Gugusan Kepulauan Mentawai, perlahan-lahan gelombangnya mereda sehingga terkesan Mentawai menjadi benteng bagi Pulau Sumatera.(VIVAnews)

lihat video di sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar